Menikmati York dari Atas Dinding Abad Pertengahan

Berjalan-jalan keliling kota di York, Yorkshire, Inggris berbeda dengan di kota lain. Lebih asyik karena di sini kita bisa mengelilingi kota lewat walkway di atas dinding kota yang dibangun pada abad ke-13. Karena kita berjalan di atas dinding, jadi kita bisa melihat isi kota dari posisi yang lebih tinggi. Hal ini memberikan pengalaman unik karena biasanya kita menelusuri kota lewat trotoar yang disediakan untuk pejalan kaki.

York terkenal sebagai kota dengan nuansa medieval atau abad pertengahan yang kental. Beberapa peninggalan masa itu masih dipertahankan dan dirawat dengan baik, seperti York Minster, Clifford’s Tower dan The Shambles. Di pusat kota kita masih bisa melihat indahnya bangunan tua yang terbuat dari kayu. Walaupun banyak yang terlihat asimetris,  bangunan-bangunan tersebut tampak masih kokoh dan kini berfungsi sebagai toko, tea room, atau restoran.

Menelusuri kota lewat dinding yang dikenal dengan sebutan The Walls ini tidak dipungut bayaran. Kita bisa memulainya dari beberapa titik. Di situs ini bisa dibaca secara rinci tentang rute wall trail. Situsnya simpel saja tapi sangat membantu dalam mendapatkan gambaran tentang bagaimana cara menelusuri dinding kota dan hal-hal menarik apa yang bisa kita lihat serta nikmati.

IMG_20170801_112135
York Minster dilihat dari Bootham Bar

Aktivitas wall trail menurut saya tidak hanya menyenangkan untuk orang dewasa tapi juga anak-anak. Selalu ada rasa yang berbeda dan ada efek ‘wow’ saat kita melihat kota dari ketinggian. Waktu berkunjung ke sini, si bocah umurnya 6 tahun dan dia senang. Di setiap gerbang kita turun dulu lalu meminta dia mencari lambang penanda rute. Kalau ketemu, pasti dia sumringah dan semangat lagi.

Dengan berjalan santai, orang dewasa mungkin bisa menuntaskan satu kali keliling dalam waktu kurang lebih 2 jam. Tapi kalau bawa anak kecil, pasti lebih lama dari itu. Untungnya dinding ini dihubungkan oleh empat gate (gerbang) yang disebut bar, jadi kalau mau istirahat bisa turun dulu di gerbang tertentu untuk cari tempat duduk, atau istirahat makan di kedai atau kafe.

Sayang sekali aktivitas ini tidak bisa dinikmati kaum difabel karena tidak ada fasilitas jalan melandai untuk kursi roda. Bagi orang tua yang punya anak balita dan membawa stroller, jadinya harus mau naik turun tangga sambil gotong stroller, yaaaaa. Tapi pengalaman yang didapat rasanya sepadan kok dengan usahanya 🙂

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: