Posted in Going Places, Raising the Boy

Skip Louvre Go Orsay

Untuk urusan kunjungan museum di Paris, Museum Louvre sudah pasti jadi destinasi favorit sebagian besar orang. Kebanyakan sih pasti penasaran mau lihat lukisan Monalisa karya Leonardo da Vinci yang misterius romantis. Tapi asal tahu aja yaaaa, berdasarkan pengalaman pribadi, kalau memang hanya ingin lihat Mona Lisa, kita gak akan puas karena beberapa alasan. Satu, silakan berjuang menerobos kerumunan orang yang berdiri sekitar lukisan termasuk rombongan tur dengan tour guide-nya. Dua, setelah menerobos, silakan kecewa karena di sekitar lukisan dipasang tali pengaman, jadi kita nggak bisa melihat lukisan dari dekat sekali. Tiga, kekecewaan berikutnya, sudah nggak bisa lihat dari dekat, eh lukisannya juga dipasangi kaca. Jadi detil-detilnya juga nggak kelihatan apalagi ukuran lukisannya juga nggak besar. Terakhir, banyak sih yang bilang lukisan yang dipajang itu hanya replikanya aja. Duh ya ampun jadi apalah makna segala perjuangan itu?

Mona_Lisa_Louvre
Kerumunan pengunjung di sekitar lukisan Mona Lisa yang kecil banget! (https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/7/7d/Mona_Lisa_Louvre.jpg)

Karena pengalaman pribadi itu, saat berencana berkunjung ke museum di Paris dengan bocah usia 6 tahun, kami memutuskan skipppp Louvre karena pertimbangan overcrowded. Pilihan jatuh ke Musee d’Orsay (Museum Orsay). Museum ini adalah salah satu museum seni terbesar di Eropa dan punya koleksi karya seni impresionisme dan post-impresionisme terbesar di dunia. Bangunan yang dulunya adalah stasiun kereta api Gare d’Orsay disulap menjadi museum dan dibuka pada tahun 1986 dengan nama Musee d’Orsay. Cantikkkk bangunannya, coba aja googling.

Membawa anak kecil usia 6 tahun ke museum butuh perencanaan karena dia sudah bisa jalan sendiri. Waktu masih toddler sih enak. Tinggal taruh di kereta dorong aman deh acara keliling museum bahkan keliling kota. Sekarang, beberapa hal yang harus dipikirkan antara lain rasa bosan, ukuran museum yang luas banget yang pasti bikin gempor, serta jumlah koleksi yang banyak. Sebagai orang dewasa kita biasanya berpikir, sayang dong udah jauh-jauh datang  (apalagi kalau tempatnya memang jauh banget dari negara sendiri) masa sih cuma sebentar aja lihat-lihatnya. Tapi memang sejujurnya untuk museum besar nggak cukup berkunjung hanya sekali. Jadi kalau memang kesempatan untuk balik lagi kecil banget, yang bisa kita lakukan adalah memaksimalkan kualitas kunjungan.

Kualitas versi kami artinya semua anggota keluarga bisa menikmati, dengan pengaturan waktu yang pas. Jangan sampai ada yang bosan atau kecapean karena putar-putar nggak jelas. Saat berencana mengunjungi Musee d’Orsay, begini perencanaan versi kami untuk memaksimalkan kualitas kunjungan.

Diskusi Ayah Ibu.

Orang tua mendiskusikan apa kira-kira yang menarik bagi anak. Si bocah kebetulan sedang suka dengan Vincent van Gogh dan karya-karyanya. Jadi kami memutuskan untuk memberikan masukan dari situ.

Memberikan introduksi dan diskusi.

Sebelum berkunjung, kami memperkenalkan tentang Musee d’Orsay. Di internet banyak banget informasi yang bisa dipakai dan official website dari museum juga keren banget sampai ada interactive floor plan-nya juga. Kami mencari tahu bersama dimana letak koleksi lukisan van Gogh lewat interactive floor plan itu, lalu memperkenalkan beberapa lukisan dan koleksi lain serta apa aja yang ada di dalam museum.

Kami melibatkan anak untuk melihat-lihat koleksi museum dan memilih mana yang dia suka, dan menjelaskan kenapa dia suka. Lewat introduksi, anak jadi tumbuh rasa ingin tahunya dan menanti-nantikan kunjungan ke museum.

Di tahap introduksi ini, orang tua juga memilih koleksi mana yang ingin dilihat orang tua. Jadi kami semua sama-sama sudah menentukan apa yang mau dilihat. Anak juga jadi ikut tertarik dengan apa yang dipilih orang tuanya, karena dia balik bertanya kenapa kita suka koleksi itu.

Di Musee d’Orsay

Setelah ada di dalam museum, kami mulai melakukan eksplorasi sesuai dengan rencana. Ada hal yang selalu kami ingat, jangan terpengaruh pengunjung lain yang ada di sekitar kita. Sadari di mana kita berada dan aktifkan seluruh indera. Kadang kala saat berada di tempat ramai, tanpa sadar kita terbawa mood pengunjung lain yang terburu-buru nggak jelas, berdesakan dan pokoknya nggak nyantai banget deh.

Kami mendatangi ruangan tempat menyimpan koleksi van Gogh dan melihat-lihat koleksi yang ada lalu lanjut lagi melihat koleksi yang sudah sama-sama kami diskusikan di tahap introduksi. Musee d’Orsay, seperti kebanyakan museum besar di Eropa, punya café dan restoran yang nyaman enak buat ngadem di musim panas dan menghangatkan diri di musim dingin. Duduk di café sekedar memesan minuman atau kudapan lain ampuh untuk energy recharge sehingga rencana kunjungan bisa dijalani lebih asyik lagi.

Karena sudah membuat perencanaan, tak terasa kami menghabiskan sekitar 3 jam di museum, sudah termasuk duduk manis di café untuk makan Belgian Waffle. There were no complaints at all 🙂 Setelah kunjungan selesai, biasanya kami sering berdiskusi tentang the coolest stuff, hal apa yang paling berkesan dari tempat yang dikunjungi. Ini dia beberapa hal paling berkesan dari Museum Orsay versi si bocah.

1. Lukisan Self Portrait van Gogh. Dia senang sekali bisa melihat langsung lukisan diri pelukis idola.

IMG_20170604_144040

2. Lukisan The Bedroom in Arles, lagi-lagi van Gogh. Suka sama warnanya yang terang dan selimut merahnya.

IMG_20170604_144903

3. Duduk-duduk makan Belgian Waffle dan es krim stroberi (nggak sempet difoto udah ludes duluan).

4. Mengintip kota Paris dari clock face raksasa yang ada di lantai paling atas museum.

IMG_20170604_163133

5. Patung Polar Bear karya Francois Pompon yang ukurannya besar mirip beruang kutub beneran.

IMG_20170604_165127

Advertisements

Author:

I'm the universe in ecstatic motion.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s