Posted in Going Places

What You Are Now, We Once Were; What We Are Now, You Shall Be

Di makam yang ada di ruang bawah tanah sebuah gereja kecil di Roma, kita bisa menemukan kalimat yang mengingatkan kita tentang kematian ini, diletakkan diantara tulang belulang jasad para biarawan yang sudah wafat ratusan tahun yang lalu. “What you are now, we once were; what we are now, you shall be.” Suatu saat nanti, kalian akan mati juga seperti kami. 

Gereja Santa Maria della Concezione dei Cappuccini adalah sebuah gereja yang didedikasikan untuk Ordo Kapusin. Dibawah gereja ini ada kapel dan makam bawah tanah yang berisikan lebih dari 4000 tulang belulang biarawan Ordo Kapusin, sebuah ordo/traktat Katolik yang didirikan di Italia pada abad ke-16.

Biarawan Ordo Kapusin hidup dengan kerendahan hati serta mendedikasikan diri mereka untuk menolong orang miskin dan tertindas di tempat-tempat yang paling kumuh. Kemanapun mereka pergi, mereka mudah dikenali karena selalu mengenakan jubah berwarna coklat tua yang dilengkapi dengan topi runcing seperti tudung yang menggantung di belakang kepala mereka. Dalam bahasa Italia, topi jenis itu disebut cappucio. Ciri khas topi  ini lah yang jadi asal muasal mengapa mereka disebut Capuchin Order.

Pada tahun 1631, biarawan Ordo Kapusin pindah dari biara di dekat air mancur Trevi Fountain ke biara di Santa Maria della Concezione. Saat pindahan, mereka membawa serta jasad semua biarawan Ordo Kapusin yang sudah wafat. Kalau mau mudah, harusnya semua jasad itu dikuburkan lagi aja ya. Tapi ternyata biarawan-biarawan memutuskan untuk membuat dekorasi kapel bawah tanah dengan memakai tulang belulang yang ada. Tujuannya untuk menjadi pengingat bahwa kematian adalah misteri. Ia bisa datang kapan saja jadi bersiagalah selalu.

Makam bawah tanah dibawah gereja itu masih ada hingga kini, dikenal dengan nama the Capuchin Crypt. Saat turun, kita akan menjumpai lorong sepanjang kurang lebih 30 meter. Di sebelah kanan lorong tersebut kita bisa melihat dekorasi yang disusun dari tulang belulang. Sesuai dengan jenis tulang yang digunakan untuk dijadikan dekorasi, makam dibagi menjadi makam tulang tengkorak, makam tulang kaki dan makam tulang panggul. Lalu ada juga mumi beberapa biarawan lengkap dengan jubahnya.

Pemandangan kayak begini bikin merinding juga sih yaaaa, tapi ini sekaligus jadi pengalaman yang unik. Belum pernah deh seumur hidup lihat tulang belulang sebanyak itu! Lihat mumi juga belum pernah. Yang bikin merinding bukan cuma karena lihat mumi, tapi juga karena perbedaan suhu di bawah yang lebih dingin. Jadi kayak ada efek kejut karena hawanya kok beda. Walaupun dipenuhi tulang belulang dan mumi, tempat ini nggak menyebarkan bau nggak enak. Aromanya cuma aroma agak lembab aja karena namanya juga di bawah tanah. Di tempat ini sama sekali nggak boleh foto-foto, dan beneran dijaga ada petugasnya di ujung-ujung lorong jadi nggak usah coba-coba deh.

Ordo Kapusin ini ada hubungannya juga loh dengan cappuchino. Minuman  cappuchino pertama kali diperkenalkan di Italia dan kenapa diberi nama cappuchino? Ternyata itu karena warna espresso yang dicampur dengan buih susu dianggap serupa dengan warna jubah biarawan Ordo Kapusin. Jadi kata cappucio menjadi asal usul nama Ordo Kapusin dan juga kopi cappuchino. Ada beberapa artikel yang bisa ditemukan di internet menyebutkan: kalau sudah lihat Capuchin Crypt dan tahu asal kata cappuchino, jadi merinding tiap kali minum cappuchino. Masa sih? Pas dicobain, untungnya nggak tuh, biasa aja :))

Berhubung nggak boleh foto-foto, klik ini aja ya kalau mau lihat dekorasinya seperti apa.

Featured image: lukisan karya Caravaggio. Judul: St. Francis in Prayer (Santo Fransiskus adalah salah satu biarawan Ordo Kapusin). Credit: Caravaggio [Public domain], via Wikimedia Commons. Lukisan ini bisa juga dilihat langsung di museum di samping gereja.

 

Advertisements

Author:

I'm the universe in ecstatic motion.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s