Posted in London Life

Artsy Sunday at the National Gallery, London

The National Gallery. Dari namanya sudah jelas ya artinya dan sudah bisa ditebak apa yang ada di dalamnya. Galeri lukisan ini letaknya di tengah kota London dan mudah diakses dengan transportasi umum. Tube station (stasiun kereta bawah tanah) terdekat adalah Charing Cross atau Leicester Square. Untuk bus, kita bisa pilih rute menuju Trafalgar Square, ada banyak sekali bus yang lewat alun-alun ini.

Tempat ini memiliki lebih dari 2000 lukisan termasuk masterpiece karya maestro kenamaan seperti Monet, Van Gogh, Rembrandt, Rubens, Picasso, dan banyaakkk lagi lainnya.  Kalau mau lihat karya masterpiece di negara Eropa lain seperti Belanda, Prancis, Italia dan Spanyol biasanya kita harus bayar tiket masuk museum atau galeri yang lumayan mahal. Makanya kaget juga karena ternyata untuk masuk National Gallery ini gratissss. Itu kejutan pertama. Kejutan berikutnya, pihak galeri menyediakan banyak progam gratis untuk dewasa dan juga anak seperti workshop, guided tour, storytelling, sampai acara konser musik klasik juga ada. Info tentang berbagai macam free activities bisa langsung diakses di websitenya di sini. Karena gratis, sistem yang dipakai adalah first come first served. Tidak perlu booking, yang penting datang lebih awal (30 menit sebelumnya kalau mau aman) untuk memastikan dapat tempat karena jumlah peserta dibatasi.

IMGP0011

Sebagai orang tua yang merasa kurang mendapat pendidikan seni di masa kecil, aktifitas gratis untuk anak-anak di setiap hari Minggu dari National Gallery jadi bikin penasaran. Kebetulan si anak kecil juga gak menolak untuk ikutan dan malah akhirnya bolak balik minta ikut lagi karena memang menyenangkan. Walaupun kegiatannya gratis, namun instruktur pembimbingnya bukan orang sembarangan loh. Mereka memang seniman yang cukup punya pengalaman di bidangnya. Misalnya untuk program Studio Sunday, instrukturnya adalah seorang seniman pematung dan saat drawing workshop, instruktur adalah seniman dan dosen di sebuah universitas. Mereka selalu didampingi minimal dua asisten untuk memastikan semua anak terpantau.

Kegiatan selalu diawali dengan kumpul bersama di Pigott Education Center, sebuah sayap dari gedung National Gallery dengan akses ke bangunan utama. Saat berkumpul anak-anak diberikan dulu info-info seputar seni. Gaya penyampaiannya selalu dalam bentuk tanya jawab. Usia peserta bervariasi antara 5 sampai 11 tahun. Metode tanya jawab ini efektif karena anak yang usianya lebih tua bisa berbagi info dengan anak yang usianya lebih muda. Banyak juga anak usia 6-7 tahun yang sudah percaya diri menjawab. Kayaknya banyak deh dari anak-anak itu yang pengetahuan seni nya lebih OK daripada aku (tutup muka).

Setelah sesi tanya jawab barulah kita bersama-sama dipandu berjalan menuju ruang tempat lukisan yang menjadi bahan observasi berada. Di sana, akan diberikan info tambahan tentang lukisan tersebut, termasuk memberi anak kesempatan untuk mengobservasi lukisan. Mereka ditanya tentang apa yang dilihat, mencoba menebak ekspresi wajah di lukisan, lokasi lukisan, dll. Barulah kemudian kegiatan belajar menggambar dimulai. Yang asyik, ortu juga boleh aja ikutan kalau mau. Menarik juga belajar menarik garis, membuat bentuk, belajar anatomi dan proporsi, walaupun hasil akhirnya gak beda jauh sama anak usia 8 tahun, haha.

20160508_120634
Belajar mengarsir

Lalu satu pengamatan lagi adalah keseriusan pihak keamanan galeri saat menangani acara untuk anak-anak ini. Selain Studio Sunday yang biasanya memakai studio khusus para pematung, drawing workshop biasanya diadakan tepat di area sekitar lukisan yang telah dipilih menjadi referensi gambar. Area sekitar aktifitas akan langsung diamankan dengan memasang garis pembatas yang diawasi oleh security. Apabila ada pengunjung yang mengambil foto anak-anak yang sedang berkegiatan akan langsung ditegur dan diminta untuk menghapus gambarnya dengan alasan children privacy. Jadi sebagai ortu kita tenang gitu loh.

20160508_122916
Karya anak-anak hasil observasi gambar seekor anjing dalam lukisan berjudul Mr. and Mrs. William Hallet karya pelukis Thomas Gainsborough (1785).

Di akhir kegiatan yang berlangsung 90 menit, anak-anak akan diminta memamerkan hasil karyanya. Oh iya, pihak galeri juga menyediakan seluruh bahan yang diperlukan mulai dari kertas, pensil, penghapus, cat, kacamata pelindung (untuk Studio Sunday) dll. Seluruh hasil karya boleh dibawa pulang dan biasanya bocah senang sekali bisa bawa oleh-oleh hasil karya sendiri.

 

 

Advertisements

Author:

I'm the universe in ecstatic motion.

2 thoughts on “Artsy Sunday at the National Gallery, London

  1. Kyaaaa mupeng banget deh pengen ke London, ke National Gallery nya… sebagai pecinta Seni semoga saya bisa kesana aamiin… seru ya aktifitasnya, tfs ya Teh.. salam kenal^^

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s